Selasa, 29 Mei 2012

OSEANOGRAFI


BAB I
PENDAHULUAN
  1. Latar Belakang Masalah
Oseanografi (berasal dari bahasa Yunani oceanos yang berarti laut dan graphos yang berarti gambaran atau deskripsi juga disebut oseanologi atau ilmu kelautan) adalah cabang dari ilmu bumi yang mempelajari segala aspek dari samudera dan lautan. Secara sederhana oseanografi dapat diartikan sebagai gambaran atau deskripsi tentang laut.
Dalam bahasa lain yang lebih lengkap, oseanografi dapat diartikan sebagai studi dan penjelajahan (eksplorasi) ilmiah mengenai laut dan segala fenomenanya. Laut sendiri adalah bagian dari hidrosfer. Oseanografi adalah bagian dari ilmu kebumian atau earth sciences yang mempelajari laut,samudra beserta isi dan apa yang berada di dalamnya hingga ke kerak samuderanya
Oseanografi merupaka mata kuliah dari pendidikan geografi di universitas Syiah Kuala, dalam rangkat meningkatkan pehaman mahasiswa tentang teori yang selama ini telah di  berikan maka perlu diadakannnya kegiatan observasi (Pengamatan langsung kelapangan/melihat langsung objek yang ada di lapangan).
  1. Tujuan Pengamatan
Setiap kegiatan yang kita lakukan pastinya memiliki tujuan, begitu juga dengan kegiatan observasi ini, adapun hasil yang di harapkan setelah mengikuti observasi ini adalah :
  1. Mahasiswa dapat melihat secara langsur beberapa objek yang ada di lapangan
  2. Mahasiswa diharapakan mampu mengkaji mengapa hal itu dapat terjadi serta apa yang memepengaruhinya, dan sesuaikah dengan semua teori yang telah di pelajari saat ini.
  3. Meningkatkan pemahaman mahasiwa tentang teori yang di pelajari selama satu semester terakhit ini mengenai mata kuliah oseanografi.
  4. Dengan melakukan observasi kelapangan diharapkan mahasiswa dapat lebih memahami teori-teori yang dipelajari sehingga dapat di aplikasikan dalam kehidupan sehari hari.
  1. Metodelogi Pengamatan
Adapun untuk mencapai tujuan dari pengamatan yang dilakukan, maka metode yang dilakukan/ digunakan adalah metode Observasi artinya mahasiswa secara langsung dapat mengamati objek-objek yang ada di lapangan dan juga pengarahan dari dosen pembimbing, alat pendukung kegiatan observasi serta bimbingan dan arahan dari para senior di kelautan. Pada metodelogi ini juga didukung oleh literature buku yang menguatkan fakta dilapangan.
  1. Waktu Dan Tempat Pelaksanaan Kegiatan
Hari / Tanggal        : Sabtu / 17 Desember 2011
Pukul                     : 09.00 s / d selesai
Tempat                   : Tanoh Unsyiah Ujong Kareng, Kabupaten Aceh Besar.

BAB II
HASIL DAN PEMBAHASAN
Dalam observasi kali ini agar hasil pengamatan lebih efektif dan tujuan dari pengamatan tercapai maka di bagi menjadi beberapa kelompok, dengan setiap kelompok terdiri dari 6-7 orang. Dalam observasi kali ini lebih di titik berangtkan kepada pengenalan berbagai macam alat yang di gunakan berkaitan dengan oseanografi serta fungsinya masing-masing. Agar pembahasan tidak tercampur dan apa yang ingin di amati tersampaikan dengan baik maka di bagi atas enam pos pengamtan dengan masing-masing pos terdiri dari satu orang isntruktur ( Pembimbing) dari senior kita di kelautan. Dengan hasil pengamatan dan pembahasan sebagai berikut.
A.      Post 1 ( Animometer)
Animometer merupakan alat Untuk menguku kecepatan angin disebut, Nama alat ini berasal dari kata Yunani anemos yang berarti angin. Perancang pertama dari alat ini adalah Leon Battista Alberti pada tahun 1450. Angin adalah udara yang bergerak yang diakibatkan oleh rotasi bumi dan juga karena adanya perbedaan tekanan udara di sekitarnya. Angin bergerak dari tempat bertekanan udara tinggi ke tempat yang bertekanan udara rendah. Berikut ini merupakan beberapa faktor terjadinya angin, yaitu:
  1. Berdasarkan gradien barometris, Bilangan yang menunjukkan perbedaan tekanan udara dari 2 isobar yang jaraknya 111 km. Makin besar gradien barometrisnya, makin cepat tiupan angin.
  2. Berdasarkan letak tempat, Kecepatan angin di dekat khatulistiwa lebih cepat dari yang jauh dari garis khatulistiwa.
  3. Berdasarkan tinggi tempat, Semakin tinggi tempat, semakin kencang pula angin yang bertiup, hal ini disebabkan oleh pengaruh gaya gesekan yang menghambat laju udara. Di permukaan bumi, gunung, pohon, dan topografi yang tidak rata lainnya memberikan gaya gesekan yang besar. Semakin tinggi suatu tempat, gaya gesekan ini semakin kecil.
  4. Waktu, di siang hari angin bergerak lebih cepat dari pada di malam hari, ini di sebabkan karna perbedaan tekakan udara pada siang hari lebih besar dari pada malam hari.
Angin laut adalah angin yang bertiup dari arah laut ke arah darat yang umumnya terjadi pada siang hari dari pukul 09.00 sampai dengan pukul 16.00. Angin ini biasa dimanfaatkan para nelayan untuk pulang dari menangkap ikan di laut. Angin darat adalah angin yang bertiup dari arah darat ke arah laut yang umumnya terjadi pada saat malam hari dari jam 20.00 sampai dengan jam 06.00. Angin jenis ini bermanfaat bagi para nelayan untuk berangkat mencari ikan dengan perahu bertenaga angin sederhana.
Setelah kita mempelajari sedikit tentang angin seperti yang telah di uraikan diatas, Maka kita baru bisa berbicara lebih lanjut tentang bagaimana cara mengukur kecepatan angin disuatu daerah/ tempat.
Ada berbagai macam jenis animo meter, dan tentunya meskipun mempunyai fungsi yang sama namun mempunyai bentuk yang berbeda maka akan cara pemakainnya juga akan berbeda dimana masing-masing alat mempunya keleihan dan kekurangnnya masing-masing. Berikut ini dua jenis anemometer yang kami gunakan pada kegiatan observasi oseanografi.
  1. Anemometer Digital Printing






       Animometer Digital Printing merupakan jenis alat pengukur kecepatan angin jenis digital dimana kita bisa secara langsung mencetak ( print ) Hasil pengamatan kita dilapangan,  selain kita bisa mengukur kecepatan angin dengan alat ini kita juga bisa mengetahui kelembaban udara dan suhu. Namun kelemahan dari alat ini untuk pengukuran kecepatan angin satuannya hanya satu macam yaitu dalam m/s tidak dapat di ubah secara langsung oleh alatnya harus kita ubah secara manual.


  1. Animometer Digital
Animometer digital adalah jenis alat pengukur kecapatan angin jenis digital, namun alat ini tidak datanya tidak bisa langsung kita cepat (Print) karna tidak mempunya  tempat penyambug kabel data kekomputer. Selain bisa mengetahu kecepatan angina lat ini juga bisa sekaligus mengukur suhu suatu tempat.
Animometer jenis ini  satuannya dapat kita ubah-ubah, satuannya yang ada di dalam alat ini diantaranya knowt dan m/s.
Untuk mengukur kecepatan angin disautu daerah maka harus dirandom di beberapa titik agar kita dapat mengetahui kecepatan angin rata-rata disutu daerah pada saat itu.
Hasil yang kami dapat dari pengukuruan kecepatan angin rata-rata pada saat hari obsevasi adalah sebegai berikut :
·         Titik 1 : 4,2 Knowt
·         Titik 2 : 8,1 Knowt
·         Bhgd
·         Snfj
Maka Kecepatan rata-rata angin adalah :


B.       Post 2 ( GPS )
Global Positioning System (GPS) adalah suatu sistem navigasi yang memanfaatkan satelit. Penerima GPS memperoleh sinyal dari beberapa satelit yang mengorbit bumi. Satelit yang mengitari bumi pada orbit pendek ini terdiri dari 24 susunan satelit, dengan 21 satelit aktif dan 3 buah satelit sebagai cadangan. Dengan susunan orbit tertentu, maka satelit GPS bisa diterima diseluruh permukaan bumi dengan penampakan antara 4 sampai 8 buah satelit. GPS dapat memberikan informasi posisi dan waktu dengan ketelitian sangat tinggi. GPS mulai diaktifkan untuk umum 17 juli 1995.
Ada berbagai macam jenis GPS, bahkan Telpo genggam pada saat ini sudah memiliki aplikasi GPS. Adapun jenis GPS yang kami gunakan saat observasi adalah seperti yang tampak pada gambar berikut ini.




            Jenis GPS yang kami gunakan ini alangkah  baiknya jika digunakan diluar ruangan artianya diarea yang tampa ada pengahalang. PS ini mampu menyimpan beberapa titik lokasi sehingga dapat  memudahkan kita untuk menemukan lokasi kita sebelumnya atau sesudahnya. Adapun titik koordinat disaat kami melakukan kegiatan observasi adalah  :  Lintang utara dan  Bujur timur. Beberapa fungsi dari GPS adalah :
  1.  Untuk melakukan navigasi terhadap kapal laut dan pesawat terbang
  2. Untuk menentukan jarak-jarak tertentu.
  3. Untuk melakukan suatu  penemuan di bidang geografi.
C.  Post 3 ( DO Meter dan Infraret Termometer)
1.    DO Meter
DO Meter  (Deasolved oxygen) alat ini merupakan alat untuk mengukur jumalah kandungan oxygen didalam air. DO meter juga terdiri dari berbagai macam jenis, berikut ini adalah gambar jenis DO meter yang kami gunakan:





Cara Pengunaan DO Meter tipe ini sangat mudah tinggal mencelupkan ujung alat kedalam wadah air yang ingin di ukur jumlah Oxygennya, perhatikan pemakaian alat, jangan mencelupkan ujung alat terlalu dalam karna  akan merusak alat. Dengan alat ini kita juga bisa mengukur suhu air sekaligus. Adapun  hasil pengukuran oxygen yang kami dapat dari sebotol air mineral adalah 3,31 mg/Liter dengan suhunya .
Yang mempengaruhi jumalah kandungan oxygen didalam diantaranya adalah :
    1. Turbulansi, semakain banyak pengadukan terjadi pada air maka semakin banyak oxygen yang terkandug didalam air. Contohnya jenis turbulansi yang dimaksud adalah ombak.
    2. Adanya hito plantong, terumbu karang merupaka salah satu hito palngton.
Salah satu manfaat dari kita mengetahui kadar oxygen didalam air pada suatu daerah adalah kita dapat mengetahui banyak tidaknya biota yang berada disuatu tempat di peraira tersebut. Salah satu factor yang menyebabkan suatu daerah perairan biasanya kekurangan biota adalah kurangnya okxygen yang terkandung di dalam air di daerah terseut.
2.      Termometer Inframerah
Termometer non-kontak atau termometer inframerah dapat mengukur suhu tanpa kontak fisik antara termometer dan obyek di mana suhu diukur. Termometer ditujukan pada permukaan obyek dan secara langsung memberikan pembacaan suhu. Alat ini sangat berguna untuk pengukuran di tungku atau suhu permukaan dan lain sebagainya.

D.      Post 4 ( Refraktometer dan Salinometer )
Pada Post yang keempat ini kita akan membicarakan tentang air di lau atau biasa kita kenal dengan istilah air laut. Pernahkan kita terbersik pertanyaan kenapa air laut bisa terasa asin.?
Berdasarkan sejarahnya Laut, menurut sejarahnya, terbentuk 4,4 milyar tahun yang lalu, dimana awalnya bersifat sangat asam dengan air yang mendidih (dengan suhu sekitar 100 °C) karena panasnya Bumi pada saat itu. Asamnya air laut terjadi karena saat itu atmosfer Bumi dipenuhi oleh karbon dioksida. Keasaman air inilah yang menyebabkan tingginya pelapukan dan menyebabkan air laut menjadi asin seperti sekarang ini.
Berikut ini adalah beberapa factor yang menyebabkan air laut terasa asin diantaranya adalah pelapukan yang terjadi didaratan, Disebabkan dari gas fulkanik dan sirkulasi hidroternal  di dasar laut.
Alat yang dapat digunakan untuk mengukur salinitas atau kadar garam didasar laut yaitu Refraktometer dan Salinometer, dengan penjelsana lebih lanjut sebagai berikut.
1.    Refraktometer
Refraktometer adalah alat untuk mengukur konsentrasi cairan solisu berdasarkan index refraksi. Atau secara singkat dapat kita definisikan refraktometer meruapakan alat untuk mengukur zat terlarut didalam air tidak hanya terpaku pada salinitas(kadar garam). Berikut ini adalah jenis refraktometer yang kami gunakan :
 




Seperti yang terlihat pada gambar untuk penggunaan alat ini tidak terlalu rumit, sebelum kita menggunakan alatnya pastikan terlebih dahulu bahwa alat telah di kaliberasi (Nilainya di nol kan = cara mengkaliberasinya yaitu mencuci daerah penetesan air pada ujung alat tersebut dengan air mineral ).
2.      Salinometer
Salinometer merupakan alat untuk mengukur salinitas (kadar garam yang terkandung di dalam air).  Sama halnya dengan refraktometer sebelum penggunaan alat pastikan terlebih dahulu bahwa alat sudah di kaliberasikan (dinolkan). Berikut ini adalah jenis Salinometer yang kami gunakan :



E.      Post 5 ( pH Meter Digital )
pH Meter merupakan alat untuk menghitung kadar  keasaaman. Bearti pH Meter Digital merupakan alat untuk menghitung kadar keasaman  secara digital. pH adalah derajat keasaman yang digunakan untuk menyatakan tingkat keasaman atau kebasaan yang dimiliki oleh suatu larutan. Ia didefinisikan sebagai kologaritma aktivitas ion hidrogen (H+) yang terlarut. Koefisien aktivitas ion hidrogen tidak dapat diukur secara eksperimental, sehingga nilainya didasarkan pada perhitungan teoritis. Skala pH bukanlah skala absolut. Ia bersifat relatif terhadap sekumpulan larutan standar yang pH-nya ditentukan berdasarkan persetujuan internasional. Berikut ini adalah gambar alat yang kami gunakan :




pH berkisar antara 0-14. Dengan pH normal adalah 7. 0-7 pH asam sedangkan 7-14 pH basa.  Keasaman air laut adalah 7,4-8,5.
Hasi pengukuran pH yang diapatkan di lapangan setelah kami melakukan percobaan adalah : pH Aqua = 7,1. pH air laut =7,6 .

F.      Paost 6 (Gelombang)
Apa yang dimaksud dengan gelombang?
Gelombang adalah pergerakan naik dan turunnya air dengan arah tegak lurus permukaan air laut yang membentuk kurva/grafik sinusoidal. Gelombang laut pada umumnya disebabkan oleh angin. Angin di atas lautan mentransfer energinya ke perairan, menyebabkan riak-riak, alun/bukit, dan berubah menjadi apa yang kita sebut sebagai gelombang.
Ketinggian dan periode gelombang tergantung kepada panjang fetch pembangkitannya. Fetch adalah jarak perjalanan tempuh gelombang dari awal pembangkitannya. Fetch ini dibatasi oleh bentuk daratan yang mengelilingi laut. Semakin panjang jarak fetchnya, ketinggian gelombangnya akan semakin besar. Angin juga mempunyai pengaruh yang penting pada ketinggian gelombang. Angin yang lebih kuat akan menghasilkan gelombang yang lebih besar.
Gelombang yang menjalar dari laut dalam (deep water) menuju ke pantai akan mengalami perubahan bentuk karena adanya perubahan kedalaman laut. Apabila gelombang bergerak mendekati pantai, pergerakan gelombang di bagian bawah yang berbatasan dengan dasar laut akan melambat. Ini adalah akibat dari friksi/gesekan antara air dan dasar pantai. Sementara itu, bagian atas gelombang di permukaan air akan terus melaju. Semakin menuju ke pantai, puncak gelombang akan semakin tajam dan lembahnya akan semakin datar. Fenomena ini yang menyebabkan gelombang tersebut kemudian pecah.
Pembangkit gelombang laut dapat disebabkan oleh:
1.    Angin (gelombang angin)
2.    Gaya tarik menarik bumi-bulan-matahari (gelombang pasang-surut)
3.    Gempa (vulkanik atau tektonik) di dasar laut (gelombang tsunami.
4.    Gelombang yang disebabkan oleh gerakan kapal.
Sebuah gelombang tertdiri dari beberapa bagian antara lain:
1.      Puncak gelombang (Crest) adalah titik tertinggi dari sebuah gelombang
2.      Lembah gelombang (Trough) adalah titik terendah gelombang, diantara dua puncak gelombang.
3.      Panjang gelombang (Wave length) adalah jarak mendatar antara dua puncak gelombang atau antara dua lembah gelombang.
4.      Tinggi gelombang (Wave height) adalah jarak tegak antara puncak dan lembah gelombang.
5.      Priode gelombang (Wave period) adalah waktu yang diperlukan oleh dua puncak gelombang yang berurutan untuk melalui satu titik.
Gelombang di bagi atas tiga tipe :
1.    Plunging, terjadi karena seluruh puncak gelombang melewati kecepatan gelombang, tipe empasan ini berbentuk cembung kebelakang dan cekung kearah depan. Gelombang ini sering timbul dari empasan pada periode yang lama dari suatu gelombang yang besar, dan biasanya terjadi pada dasar pantai yang hampir lebih miring di bandingkan pada tipe Spilling. Walaupun sangat menarik, namun umumnya gelombang ini tidak terjadi lama dan juga tidak baik untuk berselancar. Bahkan tipe empasan ini mampu menimbulkan kehancuran yang cukup hebat.
2.    Spilling, terjadi dimana gelombang sudah pecah sebelum tiba di depan pantai Gelombang ini lebih sering terjadi, dimana kemiringan dasarnya lebih kecil sekali, oleh karena itu reaksinya lebih lambat, sangat lama dan biasanya digunakan untuk berselancar.
3.    Surging, adalah tipe empasan dimana gelombang pecah tepat di tepi pantai. Tipe empasan ini sangat mempengaruhi lebarnya zona surf suatu perairan karena jenis gelombang yang pecah tepat di tepi pantai akan mengakibatkan semakin sempitnya zona surf. Gelombangnya lebih lemah saat mencapai pantai dengan dasar yang lebih curam dan kemudian gelombang akan pecah tepat pada tepi pantai (Gross, 1993).






BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
  1. Oseanografi (berasal dari bahasa Yunani oceanos yang berarti laut dan graphos yang berarti gambaran atau deskripsi juga disebut oseanologi atau ilmu kelautan) adalah cabang dari ilmu bumi yang mempelajari segala aspek dari samudera dan lautan. Secara sederhana oseanografi dapat diartikan sebagai gambaran atau deskripsi tentang laut.
  2. Animometer merupakan alat Untuk menguku kecepatan angin disebut.
  3. DO Meter  (Deasolved oxygen) alat ini merupakan alat untuk mengukur jumalah kandungan oxygen didalam air.
  4. Termometer non-kontak atau termometer inframerah dapat mengukur suhu tanpa kontak fisik antara termometer dan obyek di mana suhu diukur.
  5. Berikut ini adalah beberapa factor yang menyebabkan air laut terasa asin diantaranya adalah pelapukan yang terjadi didaratan, Disebabkan dari gas fulkanik dan sirkulasi hidroternal  di dasar laut.
  6. pH Meter merupakan alat untuk menghitung kadar  keasaaman.
  7. Gelombang adalah pergerakan naik dan turunnya air dengan arah tegak lurus permukaan air laut yang membentuk kurva/grafik sinusoidal. Gelombang laut pada umumnya disebabkan oleh angin.
  8. Pembangkit gelombang laut dapat disebabkan oleh: Angin (gelombang angin), gaya tarik menarik bumi-bulan-matahari (gelombang pasang-surut), gempa (vulkanik atau tektonik) di dasar laut (gelombang tsunami, gelombang yang disebabkan oleh gerakan kapal.














Daftar Pustaka

Faiqun. 2008. Gelombang Laut. http://faiqun.edublogs.org/2008/04/13/gelombang-laut/

http://jun13-oseanografidanilmukelautan.blogspot.com/2011/01/gelombang-laut.html
Wilkipedia. 2011. Angin. http://id.wikipedia.org/wiki/Angin
Wilkipedia. 2011. Animometer. http://id.wikipedia.org/wiki/Anemometer

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar